Waspada Lonjakan Covid-19, Ini Tren Peningkatan Kasus Corona di Indonesia

Peningkatan Kasus Covid 19 di Indonesia

Penularan kasus virus corona di Indonesia menunjukkan peningkatan dampak penyebaran subvarian Omicron XBB, XBB.1 dan BQ.1. Setelah beberapa bulan terakhir melandai, baru-baru ini kasus harian Covid-19 di Tanah Air kembali melonjak melewati angka 5.000, bahkan 8.000 kasus.

Tren peningkatan ini juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Sejumlah kebijakan diterapkan untuk menekan laju penularan virus corona. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 sudah terlihat sejak Oktober 2022. Hal itu terlihat dari tren kasus harian yang berkisar 3.000 kasus.

Pada Rabu (16/11/2022), pasien Covid-19 bahkan menembus 8.000 kasus dalam sehari. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Maret 2022. Tercatat DKI Jakarta masih menempati urutan teratas daftar daerah dengan kasus virus corona terbanyak. Seiring dengan bertambahnya jumlah kasus harian, jumlah kasus aktif virus corona juga meningkat, begitu pula dengan angka kematiannya.

Langkah Pemerintah

Menyikapi tren peningkatan tersebut, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah. Salah satunya dengan memperluas Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah tanah air.

PPKM Jawa-Bali berlaku selama 14 hari, yakni 8-21 November 2022. Sedangkan PPKM luar Jawa-Bali berlangsung selama 28 hari, yakni 8 November-5 Desember 2022. Selama periode PPKM, semua daerah berstatus level satu. .

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker, baik di dalam ruangan maupun saat berada di keramaian. Ia juga mengingatkan warga untuk segera melakukan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster. Apalagi, Kemenkes mencatat, warga yang belum divaksinasi berisiko lebih tinggi meninggal akibat virus corona.

“Pesan saya kepada masyarakat hanya dua hal. Untuk melindungi dari penularan, pakai masker, untuk melindungi dari ke rumah sakit harus ada booster,” kata Budi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin ( 7/11/2022).

Sementara itu, Dicky Budiman, Epidemiologist dari Griffith University di Australia, memprediksi tren kenaikan Covid-19 akan terus berlanjut untuk beberapa waktu ke depan, bahkan hingga akhir Januari 2023.
Apalagi, dalam waktu dekat Indonesia akan menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru. “Kemungkinan besar naik hingga Januari 2023 karena saat ini gelombang disebabkan oleh lebih dari satu subvarian,” kata Dicky kepada Kompas.com, Kamis (17/11/2022).

Referensi : https://nasional.kompas.com/read/2022/11/18/06100041/waspada-lonjakan-covid-19-ini-tren-peningkatan-kasus-corona-di-indonesia