TNI AU Jelaskan Peti Prada Indra Digembok Prosedur Pengiriman Jenazah

Alasan Peti Jenazah Prada Indra Wijaya Dikunci

TNI Angkatan Udara (AU) mengungkapkan alasan peti jenazah Prada Indra Wijaya dikunci. TNI AU menjelaskan pihaknya mematuhi prosedur pengiriman jenazah yang ditentukan oleh pihak maskapai. “Prosedur di Lion itu, jenazah itu dimasukkan ke peti dan dikunci,” kata Kadispen AU, Marsma Indan Gilang kepada detikcom, Rabu (23/11/2022).

Indan menjelaskan pihak Komando Operasi Udara (Koopsud) III TNI AU juga turut memerintahkan atasan langsung Prada Indra untuk mengawal proses pemulangan jenazah. Jenazah Prada Indra dipulangkan pada Sabtu (19/11) siang ke rumah keluarganya di Tangerang, Banten.

“Jenazah dibawa melalui airline, Lion Air, diantar oleh atasannya, Mayor Tri. Mayor Tri inilah yang mengantar jenazah ke Tangerang pukul 11.00 WIT,” terang Indan.

Keluarga Buka Peti Jenazah Pakai Palu

Sebelumnya keluarga Prada Indra mengungkapkan pihaknya membuka paksa peti jenazah menggunakan palu. Hal tersebut karena kondisi peti jenazah Prada Indra tertutup rapat dan digembok.

“Ketika jenazah dibuka, ditutupi bendera merah putih sampai kita menemukan gemboknya terkunci,” kata Rika Wijaya, kakak Prada Indra, saat ditemui detikcom di kediamannya.

Pihak keluarga sendiri, kata Rika, tidak langsung diizinkan membuka peti tersebut. Namun, setelah melakukan pembicaraan dengan pihak TNI AU, keluarga diperbolehkan membuka peti jenazah Prada Indra dengan syarat hanya disaksikan keluarga inti.

“Saat itu Pak Mayor hanya mengizinkan jenazahnya dibuka untuk keluarga. Akhirnya kita hancurkan pakai palu,” paparnya.

Setelah membuka paksa peti tersebut, keluarga syok melihat kondisi jenazah Prada Indra. Pasalnya, menurut penuturan Rika, terdapat sejumlah luka lebam di tubuh Prada Indra.

Setelah itu, pihak TNI AU, lanjut Rika, meminta diskusi dengan pihak keluarga. Tak lama kemudian, jenazah Prada Indra diautopsi.

Referensi : https://news.detik.com/berita/d-6423464/tni-au-jelaskan-peti-prada-indra-digembok-prosedur-pengiriman-jenazah