Tips Sederhana Sebelum Membeli Susu Untuk Si Kecil
Parenting

Tips Sederhana Sebelum Membeli Susu Untuk Si Kecil

Bayi usia 1 tahun ke atas akan diberikan susu formula baru. Beberapa orang tua mungkin bingung merek susu mana yang terbaik untuk anak mereka. Yuk, simak beberapa tips memilih susu formula yang bagus untuk bayi berikut ini.

Mengapa banyak orang tua yang bingung dengan merk susu bayi yang mana? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mereka merekomendasikan agar bayi disusui hingga berusia 2 tahun. Kegiatan ini dibarengi dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sejak usia 6 bulan.

Agar si kecil tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya, ia dibantu dengan susu formula. Ada berbagai macam jenis dan merek susu formula yang beredar di pasaran. Pastikan Anda memilih susu yang tepat untuk si kecil. Berikut beberapa tips sebelum membeli.

Tips sebelum membeli susu formula

  1. Periksa kandungan susu

Langkah pertama yang perlu Anda cek adalah kandungan susunya itu sendiri. Perhatikan kandungan gizi dan bahan susu yang dihasilkannya. Secara umum semua formula yang didalamnya terdapat kandungan zat besi, probiotik, DHA dan ARA. Lihat juga kandungan gula. Sebaiknya pilih susu rendah gula untuk menghindari risiko obesitas pada anak.

  1. Beri susu sapi

Tips memilih susu formula untuk bayi usia 1 tahun ke atas sebaiknya mencoba susu yang terbuat dari susu sapi. Dengan demikian, susu sapi mengandung sejumlah protein tak jauh dari ASI. Kandungan proteinnya juga lebih mudah dicerna anak dan tidak akan menimbulkan efek samping bila dimakan dengan perut kosong.

Namun jika bayi alergi susu sapi, menurut IDAI ada dua alternatif pilihan susu yang tersedia. Artinya, susu protein hidrolisis parsial (PHP) atau susu kedelai. Susu PHP masih mengandung protein sapi tetapi telah dipecah menjadi komponen yang lebih kecil. Sedangkan susu kedelai bisa diberikan jika bayi tidak kebal terhadap susu formula bayi lainnya.

  1. Pilih susu formula PHP kaya kalsium

Susu merupakan sumber kalsium yang diperlukan untuk anak-anak pada tahap awal. Nah, bagaimana cara memilih susu formula yang penting, yakni memperhatikan kadar kalsium di dalamnya. Kalsium tidak hanya membantu meningkatkan kepadatan tulang dan gigi, tetapi juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah pentingnya. Mulai dari menjaga struktur kerangka hingga meningkatkan kesehatan jantung.

  1. Susu PHP kaya akan asam amino esensial

Asam amino esensial ialah salah satu zat esensial yang berguna untuk memaksimalkan pertumbuhan si kecil. Ini karena asam amino esensial berasal dari protein yang berperan penting dalam pembentukan tulang dan jaringan otot untuk menunjang kecerdasan si kecil.

Anda bisa memilih formula PHP terbaik yang tinggi asam amino esensial, seperti choline, DHA, AA, AL, AAL dan zat besi yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi otak dan sistem saraf anak.

  1. Susu formula harus mengandung vitamin D

Selain kalsium, asam amino esensial juga vitamin D. Vitamin D berperan dalam menjaga kekebalan dan kesehatan organ penting lainnya. Susu formula yang mengandung Vitamin D dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium terutama di masa jayanya.

  1. Berbasis kedelai

Lalu, ada beberapa bayi yang bisa mengonsumsi susu formula yang terbuat dari bahan kedelai. Beberapa bayi yang boleh mengonsumsi susu jenis ini adalah bayi kecil yang mengalami intoleransi laktosa, alergi susu sapi dan tidak menyukai susu sapi. Pastikan untuk memberikan susu kedelai pada bayi sesuai petunjuk dokter. Karena setiap anak pasti memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

  1. Periksa tanggal kadaluwarsa susu formula

Apapun barang yang Anda butuhkan tetap cek tanggal kedaluwarsanya. Pastikan susu yang Anda beli jauh dari tanggal kadaluwarsa dan susu masih tertutup rapat. Kemasan yang rusak dapat mempengaruhi kualitas susu.

  1. Perhatikan jenis proteinnya

Saat memilih sufor, perhatikan jenis proteinnya. Protein yang paling direkomendasikan adalah whey. Namun, Anda dapat memilih produk fosfor yang menggabungkan jenis protein whey dan kasein. Komposisi whey sebaiknya lebih tinggi dari kasein yaitu sekitar 60:40. Rasio tersebut setara dengan kandungan protein pada ASI.