Uncategorized

Silaturahmi Dan Serap Aspirasi Syarief Hasan Sambangi Universitas Suryakancana.

Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan jalankan kunjungan ke Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur kegunaan jalankan diskusi bersama dengan rektor dan para dekan tentang kebangsaan dan isu-isu nasional.

selanjutnya merupakan lokasi ke-2 setelah tempat tinggal dinas Plt Bupati Cianjur yang dikunjungi Syarief Hasan dalam urutan kunjungan kerjanya ke Cianjur, Jawa Barat tentang serap aspirasi masyarakat.

zoom-inlihat fotoSilaturahmi dan Serap Aspirasi, Syarief Hasan Sambangi Universitas Suryakancana
MPR RI
Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan jalankan kunjungan ke Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur

Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan jalankan kunjungan ke Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur kegunaan jalankan diskusi bersama dengan rektor dan para dekan tentang kebangsaan dan isu-isu nasional.

Dalam forum diskusi yang difasilitasi Unsur di aula pertemuan dihadiri Rektor Prof Dwidja Priyatno dan para dekan dari berbagai fakultas, Syarief Hasan mengatakan bahwa aktivitas serap aspirasi masyarakat dari kalangan akademis universitas benar-benar mutlak dilakukan.
Sebab, kalangan akademis miliki pola pikir bersama dengan intelektualitas tinggi dalam mengkaji berbagai kasus lebih-lebih tentang kenegaraan.

“Sebelum pandemi Covid-19 ada, aku udah jalankan diskusi dan serap aspirasi lebih-lebih soal Empat Pilar MPR bersama dengan para akademisi dari sekitar 17 perguruan tinggi di Indonesia. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa, Kalimantan. Setelah Kalimantan tiba-tiba Covid-19 muncul. Saya terpaksa menunda kegiatan. Hari ini di Unsur, adalah hari pertama aku jalankan silaturahmi dan serap aspirasi langsung bersama dengan kalangan akademisi,” ungkapnya.

Membuka diskusi, Pimpinan MPR dari partai Demokrat ini menyampaikan bahwa tersedia lebih dari satu isu kenegaraan yang jadi sorotan di sedang masyarakat tidak benar satunya, tentang harus atau tidaknya amandemen UUD 1945.

Ada lebih dari satu pendapat tidak sama dari elemen masyarakat tentang hal tersebut. Antara lain, satu sisi sepakat dikerjakan amandemen namun terbatas hanya untuk memasukan GBHN dalam UUD.

Alasannya adalah, gara-gara pas ini program-program pembangunan baik tempat dan nasional merupakan visi dan misi tiap-tiap para pemimpin tempat dan nasional yang terpilih melalui pilkada dan pilpres.

Hal selanjutnya bakal menghilangkan komitmen kesatuan program antara pusat dan daerah, dan juga tidak terdapatnya kontinuitas arah pembangunan nasional gara-gara perubahan pemimpin bakal memengaruhi arah pembangunan.

Sedangkan di sisi lainnya, tersedia elemen masyarakat yang menghendaki tidak tersedia lagi amandemen UUD, bersama dengan berbagai argumentasi.

“Terkait isu tersebut, MPR periode 2019-2024 menerima amanah dari MPR periode selanjutnya untuk jalankan pendalaman. Kami kemudian jalankan pendalaman bersama dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat Indonesia dalam wujud serap aspirasi. Hasil serap aspirasi selanjutnya bakal jadi catatan di MPR, yang kemudian jadi bahan kajian agar wacana besar selanjutnya jadi sebuah kebijakan yang di terima seluruh rakyat,” terangnya.

Wacana diskusi yang dilemparkan Syarief Hasan mendapatkan tanggapan luarbiasa dari para akademisi Universitas Suryakancana. Salah satunya dari Dr. Munawar Rois, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang berpandangan bahwa untuk meyakinkan kontinuitas arah pembangunan nasional tidak harus mengamandemen UUD.

“Yang dibutuhkan adalah Presiden terpilih, harus mengakibatkan rancangan pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang. Presiden terhitung harus mengupayakan menjalin koordinasi yang baik agar sanggup bersinergi bersama dengan para kepala tempat demi terwujudnya arah pembangunan nasional,” jelasnya.
Pandangan lainnya terhitung disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Hunaeni Zulkarnaen Dekan Pascasarjana Ilmu Hukum, yang mengatakan bahwa amandemen lagi UUD tidak diperlukan. Menurutnya, yang harus dikerjakan adalah mobilisasi amandemen yang udah dilakukan.

“Amandemen UUD yang udah dikerjakan harus dipastikan udah dikerjakan atau belum, itu yang harus difokuskan saat ini ini