rekomendasi buku self love
Website

Rekomendasi Buku Tentang Self Love Bahasa Indonesia

Saya percaya bahwa menerima, menghormati, dan mencintai diri sendiri adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Untuk mengurus aspek-aspek penting dalam hidup saya, saya sering mencari sumber belajar untuk mendapatkan bahan refleksi. Saya juga menggunakan sumber belajar ini sebagai alat untuk mengevaluasi diri dan memperkaya pengetahuan saya. Ini juga merupakan penambah hati yang sering goyah ketika hidup tidak pasti.

Di bawah ini, saya akan merekomendasikan sepuluh buku, termasuk fiksi dan non-fiksi. Buku berikut membantu saya mendapatkan kedamaian, mencintai diri sendiri, dan memahami makna hidup dan hubungan. Saya membaca beberapa buku berulang-ulang, dan menemani saya melalui semua tahap kehidupan saya.

Berikut ini rekomendasi buku dari kami :

1. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Buku ini berisi kumpulan pesan-pesan menyentuh dari seorang ibu untuk anak-anaknya kelak. Buku ini sederhana dalam penulisan, tidak bertele-tele, tidak mewah, dan sangat menyentuh hati masyarakat. Selain itu, ilustrasi indah dengan warna lembut yang menghiasi setiap halaman menambah suasana.

Setelah itu, saya menganggap pesan yang saya terima di halaman acak itu sebagai “penanganan” hari itu. Jika saya membacanya di malam hari, saya juga akan menggunakannya sebagai bahan refleksi.

NKCTHI membantu saya menenangkan pikiran dan hati saya yang terus-menerus berisik yang terkadang dipaksa untuk bekerja terlalu keras. Berkat buku ini, jiwaku diajak istirahat dan hidup apa adanya.

2. Kamu Terlalu Banyak Bercanda

Buku ini adalah sisi terang dan gelap dari saudaranya NKCTHI, yang pertama kali muncul dan mengomentarinya. KTBB (Kamu terlalu banyak bercanda) berisi surat yang ditulis oleh seorang tokoh bernama Awan.

Kita sering mengesampingkan pikiran, emosi, dan pergumulan batin kita karena merasa tidak enak. Saat membaca buku ini, kita diajak untuk menghadapi perasaan tidak menyenangkan tersebut.

Akhirnya, kita harus menerima perasaan ini karena itu adalah bagian dari perjalanan hidup. Tidak masalah jika kita merasa tidak nyaman, selama kita tidak berhenti berjalan.

3. Imperfect

Membaca buku ini seperti melihat ke cermin, membuka mata saya dan menginspirasi saya untuk melihat diri saya sendiri. Buku ini mengajak kita untuk menerima diri kita sendiri dengan narasi yang sangat membumi dan ilustrasi yang indah. Buku ini sekaligus mengajak kita untuk memperbaiki diri dengan menjalani hidup yang lebih sehat dan seimbang.

Sepertihalnya buku malvorlagen für erwachsene, buku ini juga menceritakan kisah pribadi penulis secara jujur ​​menjadikan buku ini sangat relevan, terutama bagi kaum wanita. Secara pribadi, buku ini membantu saya untuk merefleksikan diri saya sendiri. Secara khusus, saya diajari untuk mengendurkan kondisi yang sering saya berikan pada diri saya sendiri untuk dicintai. Buku ini menyadarkan saya bahwa cinta sejati terbesar datang dari hati, bukan sebaliknya.

4. Loving The Wounded Soul

Yang paling saya suka dari buku ini adalah buku ini berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya. Pengalaman ini dipadukan dengan kesehatan mental (terutama depresi), filosofi, dan penelitian psikologis.

Membaca buku ini seperti mendengarkan seorang teman bercerita tentang kehidupannya, sehingga saya tidak merasa dinasihati saat belajar. Saya juga menemukan inspirasi untuk hal-hal yang sering saya alami dan pertanyakan, daripada dihakimi.

Penulis memiliki keberanian untuk menceritakan kisahnya sendiri, dan pada saat yang sama menganalisis depresi dari semua sudut, itu juga membuat saya takjub.

5. Filosofi Teras

Penulis menerjemahkan Stoicisme ke dalam bahasa yang mudah dipahami semua orang melalui narasi yang lugas dan sederhana. Meski mudah dipahami, buku ini membahas Stoicisme serta sejarah dan latar belakangnya. Dari buku ini, saya belajar bahwa meskipun segala sesuatu di sekitar saya buruk, saya masih bisa baik-baik saja.

Saya mungkin tidak bisa mendapatkan apa pun yang saya inginkan. Namun, saya memiliki kemampuan untuk tidak menginginkan apa yang tidak saya miliki dan memaksimalkan apa yang saya miliki. Keinginan terus-menerus untuk menyenangkan orang lain membuat saya menjadi budak opini yang tak terkendali. Buku ini membantu saya mendapatkan kebebasan.

6. Perahu Kertas

Saya merekomendasikan novel ini kepada mereka yang sedang belajar mengenal diri sendiri dan mengikuti kata hati mereka. Ketika saya sibuk berjalan di jalan antara mimpi dan kenyataan, saya membaca perahu kertas sendiri.

Cinta dan tanggung jawab. Imajinasi dan kenyataan. Kisah-kisah tokoh utama Coogee dan Keenan dalam buku ini membantu saya bercermin. Selain itu, mereka juga membantu saya membuat keputusan dari banyak pilihan sambil mempertimbangkan hati nurani saya.

Buku ini membantu saya menerima bahwa hidup mengalir ke arah yang tidak terduga. Ketika saya harus menerima mimpi yang belum lahir. Seperti yang dikatakan Keenan, “Jalan kita mungkin berbelok, tetapi suatu hari, siapa yang tahu kapan, kita akan memiliki kesempatan untuk menjadi diri kita sendiri.”

7. Filosofi Kopi

Buku ini adalah “buku suci” bagi saya. Saya memang mengadaptasi salah satu cerita pendeknya menjadi skenario. Namun, ini bukan alasan mengapa saya merekomendasikan buku ini.

Menurut pendapat saya, cerita dan esai menjawab pertanyaan saya dengan lantang. Buku ini bercerita tentang kehidupan hitam putih dan cinta yang tidak selalu bahagia. Inilah yang memotivasi saya dalam hidup.

Buku ini telah ditulis selama sepuluh tahun dan memenangkan Penghargaan Karya Sastra Terbaik tahun 2006 versi Majalah Tempo. Delapan belas cerita pendek dalam buku ini mampu membangkitkan emosi. Salah satu kutipan yang paling berkesan di hati saya: “Bahkan jika tidak ada yang sempurna, hidup ini begitu indah.”

8. Le Petit Prince

Buku fiksi ini menceritakan kisah seorang pangeran kecil dari sebuah planet kecil. Dalam proses penjelajahan berbagai planet, ia menemukan berbagai karakter yang mencerminkan sifat manusia.

Pangeran kecil membantu saya mencapai anak batin saya. Buku ini mengingatkan saya bahwa meskipun saya sudah dewasa, saya harus selalu menjaga rasa ingin tahu dan ketulusan anak saya. Selain itu, beliau juga membantu mereview setiap mimpi dan cita-cita saya.

Buku ini mengajak saya untuk memeriksa keputusan yang saya buat dalam hidup saya dan dalam interaksi dengan orang lain. Buku ini disertai dengan ilustrasi yang indah, dan layak dibaca perlahan sambil merasakan maknanya.