Berita,  Informasi

Perbedaan Syarat Nikah Siri dan Nikah Resmi

Keputusan menikah siri banyak dilakukan karena beberapa alasan administrasi pengurusan dokumen yang sulit. Tidak adanya kelengkapan dokumen bagi kedua calon pasangan yang akan melakukan pernikahan secara resmi akhirnya memutuskan untuk menikah siri di jasa nikah siri terdekat. Lalu apa saja perbedaan syarat nikah siri dan nikah resmi di KAU.

Perbedaan Syarat Nikah Siri dan Nikah Resmi

Sebenarnya secara garis besar antara pernikahan siri dan pernikahan resmi di yang di catat di kantor urusan agama sama, hanya saja untuk menikah secara resmi ada beberapa surat yang wajib di bawa untuk melengkapi dokumen persyaratan nikah seperti:

  • Surat keterangan untuk nikah
  • Surat keterangan asal-usul
  • Surat persetujuan mempelai
  • Surat keterangan tentang orang tua
  • Surat pemberitahuan kehendak nikah apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  • Bukti imunisasi TT1 calon pengantin wanita, Kartu imunisasi, dan Imunisasi TT II dari Puskesmas setempat.
  • Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000
  • Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orangtua/wali
  • Pas foto ukuran 3 x 2 sebanyak 3 lembar
  • Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi calon istri yang belum berumur 16 tahun
  • Khusus untuk anggota TNI/POLRI diharuskan untuk membawa surat izin dari atasan masing-masing
  • Untuk lelaki yang berniat menikah lagi atau memiliki istri lebih dari satu harus membawa surat izin pengadilan yang menyatakan hal tersebut.
  • Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989
  • Surat keterangan tentang kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda/duda yang akan menikah.

Untuk pertanyaan dokumen pernikahan siri sendiri biasanya hanya membutuhkan dokumen kartu tanda penduduk KTP saja.

Sedangkan dilihat dari sudut pandang menurut ajaran agama Islam, syarat nikah siri dan syarat nikah resmi sama saya yaitu:

  • Beragam Islam
  • Pengantin pria berjenis kelamin laki-laki dan wanita bukan transgender.
  • Tidak dalam keadaan paksaan atau atas dasar suka sama suka.
  • Untuk calon pengantin pria tidak memiliki empat istri
  • Bukan mahram dan ijab kabul dilakukan tidak pada waktu Ihram
  • Mendapatkan izin dari wali mempelai wanita
  • Wali Nikah dan dua orang saksi dari masing-masing pihak

Jadi secara garis besar perbedaan persyaratan nikah siri dan nikah resmi hanya ada di persyaratan dokumen saja. Jika ingin tahu persyaratan lebih detail mengenai pernikahan siri silahkan hubungi Jasa Nikah Siri Tangerang yang siap melayani kapanpun dan memiliki puluhan cabang yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.