Perbandingan Google Cloud vs. AWS (Tren Cloud Computing)

Tidak heran jika Google Cloud saat ini sudah benar-benar ingin menghancurkan dunia. Saat ini, sebagian besar perusahaan tidak lagi terbiasa dengan jaringan kompleks apalagi ruang server di situs. Dalam dekade terakhir, Google Cloud menjadi lebih hemat biaya, aman, dan andal.

Pemain besar di industri ini sekarang banyak berinvestasi dalam perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur jaringan global untuk mendapatkan lebih banyak mangsa pasar dan memberikan kinerja yang belum pernah terjadi sebelumnya. Persaingan yang sehat selalu menjadi kemenangan bagi konsumen dan mitra karena dapat menekan biaya dan mengharuskan pemasok untuk terus berinovasi agar tetap unggul.

Ketika kami memikirkan penyedia Google Cloud, kami biasanya menyebutkan tiga raksasa di industri ini: Azure, Google Cloud, dan AWS.

 

Tren Cloud Computing

Sangat menyenangkan menjadi bagian dari industri ini, itulah perkataan dari mereka yang menggunakan Google Cloud. Pada bulan Januari tahun 2017 lalu, RightScale melakukan survei Google Cloud tahunan keenam, menyurvei lebih dari 1.000 profesional TI untuk menganalisis tren Google Cloud saat ini. Kita mungkin bisa mengatakan bahwa sesuatu yang menarik terjadi.

  • Pada tahun 2016, 29% responden mengatakan mereka khawatir tentang keamanan komputasi awan. Sehingga, Pada 2017, jumlah ini turun menjadi 25%.
  • Pada tahun 2016, 15% responden mengatakan bahwa kinerja merupakan tantangan dalam komputasi awan. Sehingga, Pada 2017, jumlah ini turun menjadi 11%.

Dari data ini saja, kita dapat melihat bahwa hambatan masuk menurun dengan cepat. Anda tidak perlu lagi menjadi ahli untuk menggunakan Google Cloud atau AWS untuk menghosting situs web Anda.

  • Sertifikasi Google Cloud: arsitek cloud, insinyur data, administrator G-Suite
  • Sertifikasi AWS: Solusi A, insinyur DevOps, pengembang, SysOps Administrato
  • Sertifikasi Azure: MCSA: platform cloud, MTA: infrastruktur TI, MCSA: Linux di Azure, MCSE: platform dan infrastruktur cloud, dll.

Dalam beberapa tahun terakhir, karena penyedia Google Cloud perlu menemukan cara baru untuk meng-host data dengan lebih aman sambil mengirimkan data lebih cepat, kinerja dan keamanan juga telah sangat ditingkatkan. Sebagian besar vendor sekarang mengenkripsi lalu lintas antar pusat data secara default.

Aspek lain yang menarik dari survei ini adalah tampilan statistik penerimaan cloud publik sejak 2017. 2016. AWS hampir tidak berubah, sementara Azure dan Google Cloud telah tumbuh secara signifikan.

 

Google Cloud Platform

Google Cloud Platform terutama terdiri dari berbagai layanan dan solusi yang memungkinkan Anda menggunakan infrastruktur perangkat lunak dan perangkat keras yang sama dengan yang digunakan Google untuk produknya sendiri, seperti YouTube dan Gmail.

Berikut ini beberapa produk yang dimiliki oleh Google :

  • Mesin Hitung Google
  • Mesin Aplikasi Google
  • Mesin Penampung Google
  • Google Cloud Bigtable
  • Google BigQuery
  • Fungsi Google Cloud
  • Penyimpanan Data Google Cloud
  • Penyimpanan Google
  • CDN Google Cloud
  • DNS Google Cloud

Di Google Compute Engine dan layanan terkait yang memungkinkan pengguna memulai mesin virtual saat dibutuhkan. Menyediakan isolasi lengkap dan penskalaan otomatis bersama dengan wadah LXD.

Google Compute Engine dirilis sebagai pratinjau publik pada Juni 2012 dan secara resmi dirilis pada Desember 2013.

CEO Google Sundar Pichai mengatakan bahwa Google Cloud Platform merupakan tiga prioritas utama perusahaan. Firma riset Canalys memperkirakan bahwa pendapatan kuartal ketiga perusahaan adalah $870 juta, meningkat 76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Amazon Web Services (AWS)

Seperti Google Cloud Platform, mereka juga memiliki berbagai layanan dan solusi yang berbeda.

Beberapa beberapa produk mereka :

  • Amazon Elastic Computing Cloud (Amazon EC2)
  • Pohon Kacang Elastis AWS
  • Layanan Kontainer Amazon EC2
  • Amazon DynamoDB
  • Pergeseran Merah Amazon
  • Amazon Lambda
  • Amazon DynamoDB
  • Amazon S3
  • Garis Depan Amazon Cloud
  • Jalan Raya Amazon 53

Pada dasarnya sama dengan Google Compute Engine. Amazon EC2 diluncurkan pada Agustus 2006 dan dalam versi beta publik. Dibandingkan dengan GCE, mereka enam tahun di depan Google. Merek besar yang menggunakan Amazon EC2 termasuk Netflix, Time Inc., NASA, Expedia, Airbnb, Lamborghini, dan sebagainya.

Demikian pembahasan mengenai tren cloud computing dan beberapa perbandingan antara Google Cloud dan Amazon Web Services (AWS) yang dapat menambah pengetahuan Anda.