Pada Masa PPKM, Kenaikan Konsumsi Solar Dexlite dan Pertamina Dex

PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, mencatat kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) non subsidi tipe gas oil, yaitu solar dexlite dan Pertamina dex selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan menggunakan pengukuran fill rite flow meter.

Dia menjelaskan kenaikan konsumsi BBM non subsidi di lokasi Kota Pontianak dan sekitarnya perlihatkan sektor industri selamanya berjalan.

“Meskipun aktivitas penduduk dibatasi didalam menekan penyebaran COVID-19, tetapi sektor industri dan sejenisnya selamanya bergerak atau berjalan,” kata Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan di Pontianak, Sabtu 7 Agustus 2021.

Data Pertamina mencatat, per Juni sampai Juli 2021, pemanfaatan BBM nonsubsidi tipe solar sebesar 29,349 KL, kemudian Juli sebanyak 29,974 KL naik 625 KL atau mengalami kenaikan sebesar 2,1 persen; kemudian BBM dexlite terhadap Juni sebanyak 930 KL.

Sedangkan terhadap Juli sebanyak 948 KL atau naik sebanyak 18 KL atau naik sebesar 1,9 persen; dan BBM Pertamina dex terhadap Juni sebanyak 280 KL, terhadap Juli 353 KL atau naik sebanyak 73 KL atau naik sebesar 26,1 persen.

Weddy menuturkan, kenaikan pemanfaatan untuk BBM tipe Pertamina dex cukup tinggi terhadap periode Juni sampai Juli 2021, perihal itu perlihatkan bahwa penduduk telah sadar dapat pentingnya mengfungsikan BBM bersama dengan kualitas tinggi dan lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, untuk pemanfaatan BBM tipe gasoline (premium, pertalite dan pertamax) mengalami penurunan yang cukup siginifikan pengaruh dari pemberlakuan PPKM di Kota Pontianak dan sekitarnya didalam menekan penyebaran COVID-19.

Data Pertamina mencatat, terhadap Juni pemanfaatan BBM tipe premium sebanyak 60.460 KL, kemudian terhadap Juli sebanyak 59.599 KL atau turun 861 KL atau sebesar 1,4 persen; BBM tipe pertalite sebesar 35.962 KL, kemudian Juli sebanyak 35.402 KL turun sebanyak 560 KL atau turun sebesar 1,6 persen.

Kemudian untuk pemanfaatan BBM tipe pertamax termasuk turun dari 1.491 KL terhadap Juni, dan jadi 1.480 KL terhadap Juli atau turun sebanyak 11 KL atau sebesar 0,7 persen; dan BBM tipe pertamax turbo terhadap Juni sebanyak 92 KL, terhadap Juli 52 KL atau turun sebanyak 40 KL atau sebesar 43 persen, katanya.

“Penurunan tersebut, perlihatkan kecuali aktivitas penduduk memang berlangsung penurunan bersama dengan diberlakukannya PPKM sejak Juli 2021,” kata Weddy.