Memahami Over Kredit Motor Dan Juga Persyaratan Yang Diperlukan

Over kredit motor adalah sistem jual beli motor yang statusnya masih kredit.Tetapi pada umumnya, transaksi ini terjadi karena pemilik pertama tidak mampu melunasi sisa cicilan.

Biasanya, penjual motor dapat memperoleh sejumlah uang berasal dari pembeli sesuai kesepakatan sebagai pengganti atas uang wajah yang sudah dikeluarkan dan cicilan yang sudah dilunasi sebelumnya. Setelah itu, pemilik baru dapat melanjutkan sisa pelunasan cicilan kredit motor.

Setelah sistem over kredit motor honda selesai, pembeli harus mengganti nama untuk surat kepemilikan motor. Itu artinya, dapat tersedia ongkos tambahan lagi yang kudu dikeluarkan pemilik baru. Apalagi kalau di luar kota, pengeluarannya dapat lebih banyak.

Over kredit adalah transaksi yang diakui legal, dengan adanya perihal itu harus melaporkannya kepada pihak leasing motor sehingga tidak terjerat persoalan hukum.

 

Berikut adalah sistem dan prosedur over kredit motor yaitu sebagai berikut :

 

 

Metode Over Kredit Motor yang Dapat Diterapkan

Umumnya tersedia tiga metode yang mampu diterapkan untuk selesaikan sistem over kredit, baik motor maupun mobil, yaitu lewat perlindungan notaris, lewat bank atau perusahaan pembiayaan, dan sistem di bawah tangan.

 

1.Bantuan bank atau leasing

Mengurus sistem over kredit motor lewat bank atau leasing dinilai dapat mempermudah penyelesaiannya. Ini adalah cara yang paling pas sebagaimana ke-2 lembaga tersebut mampu menganalisis pihak penjual atau pembeli terkait.

Setelah persetujuan sudah diberikan, pihak penjual dan pembeli harus diberi tanda tangan lebih dari satu dokumen, layaknya akad kredit atas nama debitur yang baru.

 

2. Proses di bawah tangan

Proses over kredit motor yang dilakukan di bawah tangan diakui sebagai cara yang termudah dan tercepat sebagaimana cuma bersama dengan manfaatkan kuitansi. Meski begitu, cara ini tidak dianjurkan dan kudu dijauhi tidak didasari izin berasal dari bank atau leasing perihal dan tidak dilandasi kemampuan hukum.

Maka berasal dari itu, cara yang satu ini berisiko terkena sanksi pidana. Pihak kepolisian melarang praktek over kredit baik motor atau mobil di bawah tangan.

 

3. Gandeng notaris

Pelaksanaan over kredit motor mampu dilakukan bersama dengan perlindungan notaris berlisensi. Notaris berlisensi adalah pejabat formal yang diizinkan secara hukum menyebabkan akta otentik berkenaan penetapan kesepakatan atau perjanjian, tidak benar satunya perihal keuangan dan billing.

Ketika manfaatkan notaris, tersedia lebih dari satu dokumen yang kudu dipersiapkan, yaitu:

-Fotokopi bukti pembayaran angsuran.

-Asli buku tabungan untuk pembayaran angsuran.

-Data identitas penjual dan pembeli

-Fotokopi perjanjian kredit.

-Fotokopi surat berharga, layaknya BPKB motor yang dapat di-over kredit.
.

 

 

Cara Pelaksanaan Over Kredit Motor yang Mudah dan Aman

 

Berbeda bersama dengan sistem kredit motor, sistem over kredit motor mampu dieksekusi bersama dengan lebih ringan dan cepat. Anda mampu mampu melakukan bersama dengan lebih dari satu cara.

 

1. Mencari calon penjual atau pembeli yang tidak bermasalah

Hal pertama yang kudu dilakukan adalah melacak calon penjual atau pembeli yang tidak bermasalah. Jika Anda ditawari untuk melanjutkan sisa cicilan atau sebaliknya Anda ingin menyerahkan sisa cicilan motor pribadi, maka temukanlah lawan yang jujur tidak terlibat persoalan bersama dengan bank atau leasing.

Kejelasan latar belakang ke-2 pihak pasti mampu melancarkan sistem over kredit sampai selesai.

 

2. Datang ke kantor bank atau leasing secara langsung

Berkunjung ke kantor bank atau leasing untuk mengumumkan bahwa Anda selaku penjual memiliki rencana mengalihkan pelunasan cicilan pembayaran kredit motor kepada orang lain. Maka berasal dari itu, pihak bank atau leasing over kredit motor mampu mengetahuinya.

 

3. Menegosiasikan duwit pengganti dan penghitungan kredit

Pada sistem ini, bernegosiasi penting untuk dilakukan untuk memilih duwit pengganti untuk pemilik pertama, dalam perihal ini adalah penjual. Selain duwit pengganti, ke-2 pihak kudu paham prosedur dan ketentuan yang mengikat berasal dari bank atau leasing. Dengan begitu, keduanya mampu terhindar berasal dari persoalan administrasi di kemudian hari.

Penjual juga kudu mengatakan soal sistem penghitungan kredit, layaknya tingkat bunga, ongkos lain yang dikeluarkan, dan sebagainya. Dengan begitu pembeli tidak kesulitan atau keberatan dalam melanjutkan sisa cicilan.

 

4. Melengkapi sistem administrasi

Ketika seutuhnya sudah terlaksanakan, maka Anda kudu melengkapi semua sistem administrasi yang diminta oleh pihak leasing. Dengan begitu status over kredit yang Anda melakukan dapat kuat di mata hukum.

 

 

5. Siapkan dokumen perihal bagi ke-2 pihak

Kelengkapan dokumen kepemilikan kendaraan adalah perihal yang perlu diperhatikan, apalagi bagi penjual sehingga sistem serah terima mampu terjadi lancar.

Sebaliknya bagi pembeli, persiapkanlah fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi rekening tabungan selama tiga bulan terakhir, dan fotokopi surat keterangan pendapatan atau slip gaji.

 

Bagi pihak yang melanggar dapat terjerat Pasal 372 KUHP dan Pasal 36 UU No 42 Tahun 1999 berkenaan Jaminan Fidusia bersama dengan ancaman paling lama empat tahun.

Sedangkan pembeli dapat terkena Pasal 480 KUHP berkenaan Penadahan bersama dengan ancaman serupa paling lama empat tahun.