Dear Ortu, Ini Daftar Obat Sirup yang Boleh Dipakai Menurut BPOM RI

6001 sirup farmasi yang terkontaminasi etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) ditemukan di berbagai toko online. Hal tersebut disampaikan secara blak-blakan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Penny K. Lukito. Menurut dia, obat sirup tersebut diperoleh dari produsen yang tidak memenuhi standar kualitas. Produk-produk tersebut masih dijual melalui kios-kios online ini meskipun BPOM telah memberikan informasi kepada masyarakat tentang sirup berbahaya.

“Wakil Penegak Direktorat Cyber ​​​​Patrol, 6001 tautan diidentifikasi menjual produk ini. Kami baru saja melaporkan bahwa produk ini berbahaya, kami masih menjual 6001,” katanya dalam konferensi pers. Kamis (17/11/2022).

Perusahaan Yang Jadi Tersangka

Bareskrim Polri kembali menetapkan dua perusahaan lain sebagai tersangka dalam kasus gagal ginjal akut, yakni PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical. Kedua perusahaan tersebut diduga melakukan tindak pidana dengan memproduksi obat atau mengedarkan bahan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat, manfaat dan mutu.

“Ya benar,” kata Inspektur Kepala Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (17/11).

Ia mengatakan, PT Afi Farma sengaja tidak menguji suplemen dissolving PG yang diketahui mengandung ambang batas EG dan DEG. Perusahaan diduga mendapat tambahan feedstock dari CV Samudera Chemical setelah bermitra dengan BPOM di lokasi. 42 barel propilen glikol ditemukan mengandung EG melebihi ambang batas.

“Barang bukti yang dihimpun adalah satu set obat-obatan produksi PTA, berbagai dokumen antara lain PO PTA (pesanan pembelian) dan DO (pesanan pembelian) dari PTA, hasil uji laboratorium sampel obat PTA, dan 42 barel PG yang diduga mengandung EG. dan DEG yang ditemukan di CV SC,” kata Dedi.

Penny K. Lukito melaporkan, kedua perusahaan tersebut saat ini sedang diselidiki dan ditindak oleh BPOM dan kepolisian untuk kelancaran penegakan hukum agar menimbulkan efek jera.

Saat ini, 4 perusahaan ditetapkan sebagai tersangka sehubungan dengan gagal ginjal akut. Berikut adalah daftar lengkapnya.

Fri Yarindo Farmatama

PT Universal Pharmaceutical Industries

PT Afi Pharma

CV Samudera Chemical

Namun, kata Penny, ada dua perusahaan farmasi lain yang sedang diselidiki, yakni PT Samco Farma dan Ciubros Farma.

Banyaknya penemuan obat cair yang mengandung pengotor EG dan DEG yang melebihi ambang batas aman membuat Penny menyebut perlunya reformasi regulasi produksi dan industri farmasi. Pihaknya juga mendukung bantuan Perubahan Undang-Undang (UU) terkait perubahan pangan dan jaminan pangan.

“Tentu BPOM membutuhkan payung hukum yang kuat untuk menjalankan fungsi pengawasan, menumbuhkan bisnis kita mendidik masyarakat, mengawasi, menegakkan. Peran BPOM sangat-sangat luas mengingat pembatasan yang ada,” kata Penny dalam siaran pers konferensi pada hari Kamis (sebelas). /17).

Penny juga melaporkan bahwa pengesahan undang-undang obat dan makanan telah berlangsung selama beberapa tahun tetapi terhenti.

“(Kejahatan) semakin merajalela, maka BPOM tentu (perlu) diperkuat dan dimulai dari undang-undang. Prosesnya sebenarnya sudah berlangsung sejak 2018-2019 atas prakarsa DPR. Tapi dia berhenti, ”kata Penny. .

“Tentu saja, kami meminta DPR untuk melanjutkan prosesnya, dan pemerintah mengizinkannya. Kami berharap BPOM hadir dan terlibat dalam pelaksanaannya. Kami komunikasikan dengan pihak-pihak yang berkepentingan,” tutupnya.

Daftar obat sirup yang aman dikonsumsi

BPOM RI telah mengeluarkan 294 sirup obat aman EG dan DEG yang telah teridentifikasi dan memenuhi kriteria. Dari jumlah tersebut, 168 sirup tidak mengandung 4 pelarut yaitu. propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol dan gliserin/gliserin, mis. tidak mengandung EG dan DEG. Berikut daftar obatnya :

Cotrimoxazole (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, Holi Pharma)

Cotrimoxazole (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Harsen)

Colsancetine (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Sanbe Farma)

Chloramphenicol Palmitate (Suspensi, Botol, @ 60 Ml,, Meprofarm)

Risperdal (Cairan Oral, Dus, 1 Botol, @ 30 Ml, Soho Industri Pharmasi)

Noprenia (Larutan oral, Dus, 1 Botol, @ 30 Ml, Novell Pharmaceutical Laboratories)

Nystatin (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 15 Ml, Ifars Pharmaceutical Laboratories)

Kandistatin (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 12 Ml, Metiska Farma)

Cazetin (Drops, Dus, 1 Botol @ 15 Ml, Ifars Pharmaceutical Laboratories)

Saldextamin (Sirup, Dus, 1 Botol @ 60 ML, Itrasal)

Erlamycetin (Suspensi, Dus, 1 Botol, 60 Ml, Erlangga Edi Laboratories (Erla)

Gitri (Suspensi, Dus, 1 Botol @60 Ml, Holi Pharma)

Lapicef (Drops, Dus, 1 Botol, @ 15 Ml, Lapi laboratories)

Saltrim Forte (Suspensi, Dus, 1 Botol, 60 Ml, Itrasal)

Suprachlor (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Meprofarm)

Supramox (Drop, Dus, 1 Botol, @ 20 Ml, Meprofarm)

Trimeta (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Intijaya Meta Ratna Pharmindo)

Decatrim (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, Harsen)

Flagyl (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Aventis Pharma)

 

referensi :  https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6412339/dear-ortu-ini-daftar-obat-sirup-yang-boleh-dipakai-menurut-bpom-ri/1

editor : dafit