Bisnis,  Informasi

Cashback Marketplace Termasuk Objek Pajak?

Mendapat Cashback marketplace  Sudah biasa saat ini . Semakin banyak online shop dan tipe marketplace yang hadir di Indonesia, maka makin lama besar pula kesempatan Anda untuk mendapat cashback. Namun, apakah cashback yang kita dapatkan berasal dari marketplace dikenakan pajak?

Diskon berarti potongan harga yang diberikan langsung, sedang cashback adalah keuntungan berbentuk kredit yang bisa digunakan untuk pembelian berikutnya. Melihat definisi cashback yang menjurus pada penghasilan lain-lain, tentunya lebih dari satu berasal dari Anda barangkali berpikir bahwa penghasilan berasal dari cashback ini kena pajak.

Tapi benarkah pajak cashback marketplace itu ada? Atau keputusan perihal pajak cashback marketplace ini belum jelas? Atau barangkali ada ketentuan spesifik yang mendasari eksistensi pajak cashback marketplace?

 

Eksistensi Pajak Cashback Marketplace
Ketika dipertanyakan bersama eksistensi pajak cashback marketplace, barangkali Anda berpikir bahwa ini tidak mungkin. Alasannya simple saja, cashback yang diberikan oleh marketplace bukanlah nilai yang terlalu besar sampai mesti dijadikan object pajak.

Tapi apakah kesimpulan di atas benar?

 

Kasus Manipulasi Cashback Marketplace
Faktanya, Anda mesti jelas bahwa di akhir tahun 2018 selanjutnya ada masalah berkaitan bersama cashback marketplace ini. Kasus ini menjadi keliru satu titik balik di mana banyak pihak menjadi jelas potensi cashback dan pajak cashback marketplace itu disarankan ada.

Bareskrim Polri menangkap 3 orang di daerah Kediri, Jawa Timur gara-gara ketiganya memakai voucher cashback berasal dari Bukalapak bersama memanipulasi transaksi menjual beli. Dari masalah ini, Bukalapak menderita kerugian sampai 70 juta lho. Angka yang lumayan besar untuk cashback marketplace bukan?

 

Pajak Cashback Marketplace Masih Abu-Abu
Terlepas dari kasus di atas, cashback marketplace memang dikategorikan sebagai penghasilan. Namun, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2015 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan atas Hadiah dan Penghargaan, cashback marketplace tidak masuk ke dalam daftarnya.

Jadi, pajak cashback marketplace itu belum ada.

Hanya ada empat jenis hadiah kena pajak yaitu hadiah dari undian doorprize, hadiah atau penghargaan perlombaan, hadiah terkait pekerjaan atau jasa dan hadiah/penghargaan/imbalan terkait prestasi.

Sesuai dengan pasal 4 ayat 1 pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2015 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan atas Hadiah dan Penghargaan tadi, cashback yang berlaku untuk semua konsumen dan tidak diundi saat melakukan transaksi pembelian tidak akan dipotong pajak.

Baca juga : Jasa konsultan pajak UMKM

 

Tapi, dalam hal ini ada beberapa dispute seperti:

1. Tidak sesuai dengan taxable-deductive concept dan accretion concept.

2. Aturan SE-24/PJ/2018 tentang perlakualace

n perpajakan atas imbalan yang diterima pembeli dengan kondisi tertentu. Peraturan ini membuat cashback juga diartikan sebagai imbalan untuk konsumen karena telah memenuhi syarat tertentu.

Jika dipahami lebih jauh, sebenarnya ada dua jenis cashback di Indonesia yaitu cashback dengan syarat ketentuan dan cashback tanpa syarat dan ketentuan. Tapi memang, objek pajak cashback di Indonesia masih ada di area abu-abu.

Banyak pihak yang berharap agar kedepannya pemerintah akan menerapkan aturan yang lebih pasti untuk perlakuan cashback sebagai objek pajak, pajak cashback marketplace ataupun pajak atas diskon penjualan.

Hal ini karena potensi pajak cashback marketplace memang sangat besar, apalagi mayoritas masyarakat Indonesia saat ini memang menggunakan dompet digital dan marketplace untuk bertransaksi.