Berita

Beberapa Tips Berinvestasi Bagi Para Pemula

Jika diinvestasikan dengan benar, investasi dapat membawa banyak manfaat. Aulia Akbar CFP®, AEPP®, financial planner dan financial Educator Lifepal.co.id memberikan tips investasi dan hal-hal yang harus disiapkan investor pemula saat live streaming Instagram bersama Pintu pada 9 September 2021.

apa pun? Yuk, dapatkan pemahaman lengkapnya di sini!

Berinvestasi dengan Uang Dingin

Salah satu hal terpenting di awal investasi adalah memastikan dana investasi yang digunakan adalah cold money, bukan dana harian atau dana darurat, agar dana tersebut tidak terkuras untuk prioritas lain yang lebih penting.

Tentukan Tujuan Investasi Anda

Jangan hanya FOMO atau bergabung sebelum Anda mulai berinvestasi. Pastikan Anda telah menentukan terlebih dahulu tujuan investasi Anda, apa yang ingin Anda capai, dan jangka waktu yang ingin Anda capai, apakah itu dana pensiun, pendidikan anak, biaya pernikahan, dll.

Sisihkan 10-30% Penghasilan untuk Investasi

Pertanyaan yang sering ditanyakan orang ketika mereka pertama kali mulai berinvestasi adalah: “Berapa banyak uang yang harus saya simpan setiap bulan untuk investasi?”

Kabar baiknya akhir-akhir ini ada banyak investasi yang bisa dimulai hanya dari Rp 11.000, yang kita sebut enkripsi.

Tentukan Profil Risiko

Pada dasarnya, ada berbagai jenis investor, dari konservatif dan moderat hingga agresif.

Informasi pribadi tergantung pada psikologi pribadi Anda dan penghasilan Anda dan jumlah tanggungan.

Pastikan portofolio Anda dibuat dengan cara yang memberi Anda ketenangan pikiran dan memungkinkan Anda untuk tidur nyenyak di malam hari.

Pilih Instrumen Investasi Anda!

Sebagai tindakan pencegahan, pilih kombinasi investasi berisiko tinggi, pengembalian tinggi, dan alat berisiko rendah lainnya untuk menjaga modal Anda mengalir masuk dan keluar.

Jadi, alat mana yang harus dipilih investor pemula? Mari kita lihat di sini:

  1. Investasi reksa dana

Alat yang paling mudah dijalankan adalah reksa dana. Reksa dana adalah tempat atau fasilitas yang mengelola dana bagi sekelompok investor untuk menanamkan modalnya di pasar modal.

Sederhananya adalah menitipkan sebagian dananya kepada manajer investasi, kemudian menempatkannya di pasar uang atau pasar modal dan sarana lainnya.

Ada empat jenis reksa dana yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko Anda. Keempatnya adalah reksa dana pasar uang (RDPU), reksa dana pendapatan tetap (RDPT), reksa dana hibrida, dan reksa dana saham.

Cara memiliki reksa dana kini semakin mudah, dan bisa dilakukan secara online dari ponsel Anda.

  1. Saham

Saham kini menjadi alat lain yang semakin diminati. Saluran untuk berinvestasi di saham menjadi semakin terbuka. Saat ini, hampir semua sekuritas ternama menyediakan aplikasi khusus sebagai platform perdagangan saham.

  1. Investasi emas

Kami kutip dari liputan.co, Emas atau logam mulia adalah alat lain yang paling mudah untuk pemula. Karena pada prinsipnya investasi emas adalah membeli emas, kemudian menyimpan emas tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Ketika saham-saham di bursa-bursa saham di seluruh dunia anjlok, harga emas terbukti stabil dan cenderung naik sepanjang tahun 2020. Seperti yang kita ketahui bersama, emas sendiri bersifat likuid, karena jika Anda membutuhkan dana baru, Anda bisa menjualnya kapan saja.

Tidak perlu dana besar, asal 10.000 dong sudah bisa deposit di Pegadaian. Atau, jika Anda ingin membeli emas batangan di butik Antam, Anda bisa membeli emas sebanyak 0,5 gram.

  1. Properti

Properti mungkin menjadi salah satu alat paling menguntungkan lainnya. Alasannya adalah bahwa harga real estat meningkat hampir setiap tahun.

Namun, investasi real estate membutuhkan modal yang lebih besar dan perhitungan yang lebih canggih. Cara berinvestasi di real estat tidak sederhana. Namun, imbalannya kemudian bahkan lebih besar. Investasi real estate dapat dilakukan dengan menyewakan real estate atau menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli.

Selain keempat alat di atas, salah satu investasi yang saat ini menarik minat masyarakat adalah enkripsi.

Menurut CNBC, per Mei 2021, jumlah investor cryptocurrency di Indonesia bahkan mencapai 6,5 juta. Sebagai salah satu aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, harga Bitcoin (BTC ke IDR) telah meningkat lebih dari 300% dari tahun lalu.