Berita,  Keagamaan

Amalan yang Dilakukan Ketika Mendengarkan Adzan

Adzan merupakan suatu penanda masuknya waktu ibadah sholat fardhu yang dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap masuk lima waktu solat. Secara bahasa, Azan berasal dari kata ‘adzina yang memiliki arti mendengar, memperhatikan dan menginformasikan sesuatu. Ketika mendengar adzan berkumandang, seorang umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan amalan-amalan. Hal tersebut sesuai dengan hadits riwayat berikut,

 “ Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim no. 384).

Beikut adalah amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang umat muslim ketika mendengarkan adzan yang sedang berkumandang.

  • Amalan pertama yang dapat dilakukan yaitu, mengucapkan kalimat yang diucapkan muadzin, hal tersebut dilakukan supaya mendapatkan pahala seperti pahalanya muadzin. Kecuali pada lafazh hayya ‘alas-shalah dan hayya ‘alalfalah, saat itu pendengar adzan mengucapkan lahaula walaquwata illabillah. Hal tersebut dijelaskan pada hadits riwayat berikut, “Dari Abu Basyr, ia berkata: aku mendengar Abu al-Malih bercerita dari Abdullah bin ‘Utbah, dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha bahwa sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar muadzin (mengumandangkan adzan), Nabi berucap sebagaimana ucapan muadzin hingga ia diam (berhenti).” (hadits hasan riwayat Imam Ibnu Khuzaimah, Imam al-Hakim, Imam al-Nasai, Imam Ahmad, dan Imam Abu Ya’la)”.

  • Kemudian, setelah adzan selesai dikumandangkan, disunnahkan bagi muadzin dan pendengar bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan suara pelan. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut, “Barangsiapa yang berucap ketika mendengar adzan: ‘Asyhadu alla ilaha illallaah wahdahu laa syariika lah, radliitu billaahi rabba wa bil-islaami diina wa bi-muhammadin nabiyya’ (Aku bersaksi tidak ada tuhan kecuali Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku ridha dengan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi), maka diampuni (dosanya).” (hadits shahih riwayat Imam al-Hakim, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ibnu Abi Syaibah).”

  • Selanjutnya, pendengar adzan disunnahkan mengucapkan doa setelah adzan yang mana dijelaskan pada hadits riwayat berikut, “Barangsiapa ketika (selesai) mendengar azan mengucapkan doa ini; “Allahumma rabba hadzihid da’watit tammah was shalatil qoimah ati muhammadanil wasilata wal fadhilah wab ‘asthu maqomam mahmudanil ladzi wa ‘attah,’ maka dia akan mendapat syafaatku di hari kiamat.” (HR. Bukhari).

Berikut adalah doa setelah adzan yang dapat dibacakan setelah adzan berhenti berkumandang.

Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, ‘aaliyatar rofii’ah, wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-wasilah (derajat di surga), dan al-fadhilah (keutamaan) kepada nabi Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan.”

  • Terahkir, amalan yang dapat dilakukan yaitu berdo’a untuk diri sendiri. Karena salah satu waktu dikabulkannya doa seorang hamba adalah ketika adzan selesai berkumandang. Oleh karena itu, ada baiknya seorang hamba melantunkan permohonan doa di waktu-waktu tersebut, setelah membaca doa setelah adzan.

Comments Off on Amalan yang Dilakukan Ketika Mendengarkan Adzan