Informasi

Akibat Sudah Biasa Bersihkan Kutu Dengan Obat Pembasmi Hama Tembakau

Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nasiin, di Dusun Kobarung, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, Pamekasan ternyata telah biasa memakai obat pembasmi serangga untuk menggobati kutu rambut.

Namun baru kali ini mereka mengalami keracunan akibat uap racun serangga berikut terhirup. Faiqurrohmah (17), seorang korban keracunan obat kutu tembakau , mengaku selama ini telah biasa membasmi kutu rambutnya memakai obat pembasmi serangga.

 

Cara tak umum yang digunakan Faiqurrohmah dan sebagian rekan santriwati lainnya ini, dinilai memadai ampuh menghalau kutu rambutnya, dibandingkan memakai obat penghilang kutu rambut yang dijual bebas di pasaran.
Sebab belakangan ini kutu rambut yang bersarang di kepalanya mengakibatkan jengkel. Jumlahnya bukan lagi hitungan jari, tapi telah puluhan atau ratusan.

Setiap hari rambut di kepalanya gatal, meskipun telah dibersihkan memakai rambut tertentu penghilang kutu rambut, selamanya tidak sukses dan hanya sebagian saja.

Bahkan, sebagian saat lalu, untuk menghalau kutu rambutnya, ia dan sejumlah teman-teman di pondoknya menggukanan kapur pembasmi seranga dan kecoa berasal dari beragam merek. Tapi usaha itu tidak cukup maksimal, sebab di kepalanya kutu selamanya bersarang.

 

Faiqurrohmah, yang kini tetap terbaring lemas di RS Paru Pamekasan, menyadari, terkecuali cairan obat yang dioleskan ke rambut pengganti sampo gunanya untuk membunuh ulat dan hama yang digunakan petani tembakau.

“Kalau ulat dan serangga di tanaman tembakau kena obat ini mati, aku dan teman-teman percaya kutu rambut di kepala pasti mati. Lho, yang ini lain, rupanya bukan hanya kutunya yang mati, tapi aku dan teman-teman keracunan tidak kuat menghirup baunya,” kata Faiqurrohmah, saat ditemui di RS Paru, Pamekasan.

Diakui, sesudah rambutnya diolesi obat pembasmi hama tanaman tembakau, dan keramas memakai shampoo, ia kemudian merasakan pusing. Sebelum pingsan, para santriwati sempat lihat setumpuk kutu rambut di kepala mereka berjatuhan ke lantai mati akibat obat tadi.

Namun sesudah itu, rasa pusing di kepalanya kian parah, disertai muntah-muntah dan tak sadarkan diri. Ia baru tersadar, saat dirinya berada di RS Paru, di damping kedua orang tuanya.

 

Ia mengaku kapok dan berjanji tidak dapat memakai obat apa pun pembasmi kutu rambut.

Dokter jaga UGD RS Paru Pamekasan, dr Aprilia Romdiana, mengatakan, mereka yang keracunan itu, bukan sebab cairan itu terminum atau termakan korban, tapi insektisida hama terhirup melalui saluran pernafasan.

 

Setelah insektisida itu terhirup, efeknya bagi manusia ini, masuk ke pembuluh darah dan menyerang saraf, sehingga pusing. “Nah, terjadinya mual dan muntah itu akibat berasal dari rangsangan saraf yang telah terkontaminasi insektisida,” papar dr Aprilia.

Dikatakan, berasal dari seluruh korban keracunan yang dirawat saat itu, sebanyak 5 santriwati yang memerlukan perawatan intense. Sebab kondisinya memadai parah, sehingga kudu menekuni rawat inap selama dua hari. Karena dikhawatirkan mengalami dehidrasi.

 

Comments Off on Akibat Sudah Biasa Bersihkan Kutu Dengan Obat Pembasmi Hama Tembakau