7 Fakta Pelajar ‘Pelat T’ Tega Tendang Nenek Hingga Tersungkur

Nenek Dianiaya Sejumlah Pelajar Di Atas Motor

Seorang nenek di Tapanuli Selatan dianiaya sejumlah pelajar di atas motor pelat T. Aksi ini terekam dalam sebuah video viral. Bagaimana faktanya selama ini?

Dalam video yang beredar terlihat para siswa yang tidak mengenakan helm tersebut mengendarai 4 sepeda motor berhenti di pinggir jalan. Salah satu sepeda motor berplat T yang ditumpangi 2 orang siswa berhenti tepat di depan nenek. Remaja itu tampak berbicara dengan neneknya dari atas motor. Kemudian tiba-tiba seorang siswa remaja dari sepeda motor yang berhenti di depannya berlari ke arah nenek dan menendang nenek tersebut.

Nenek itu langsung terjatuh. Para siswa kemudian meninggalkan nenek. Nenek itu kemudian berjalan ke arah yang berlawanan.

Fakta Tentang “Pelat T” Pelajar Bermotor

Dirangkum detikcom, Minggu (20/11/2022), berikut fakta-fakta tentang ‘pelat T’ pelajar bermotor selama ini.

1. Peduli Mahfud Md
Video nenek yang ditendang itu viral di media sosial. Salah satunya ada di Twitter. Menko Polhukam Mahfud Md kemudian me-retweet salah satu video tweet tersebut. Dia menjentikkan Polisi untuk campur tangan

“Ini lagi @DivHumas_Polri -> Motornya T 3350 BK,” kicau Mahfud.

2. Nenek Pernah Tertimpa Kayu
Rupanya, tindak kekerasan yang dialami sang nenek bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, sang nenek juga pernah dipukuli dengan kayu oleh kelompok siswa yang sama. Dilansir detikSumut, Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni mengungkapkan, aksi memukuli nenek dengan kayu juga sempat viral di media sosial. Para pelaku telah ditangkap polisi.

“Enam orang (ditangkap), di video tendang ada lima terlihat di video pemukulan dengan kayu ada empat pelaku di video tapi kalau digabung hanya enam pelaku dari dua kejadian itu,” kata Imam.

Imam menambahkan, para siswa tersebut masih berada di sekolah yang sama. Mereka duduk di bangku kelas 11 di salah satu SMK di Tapsel dengan usia rata-rata 15-16 tahun.

3. Nenek Diduga ODGJ
Imam menduga nenek yang ditendang itu adalah ODGJ. Sang nenek tidak bisa memberikan jawaban pasti saat ditanya polisi.

“Orang dengan gangguan jiwa tidak bisa memberikan informasi yang pasti tentang apa yang kami butuhkan, maka langkah kami untuk korban pagi ini adalah melakukan pemeriksaan medis di rumah sakit dan sekaligus kami meminta pemeriksaan post mortem dari dokter pemeriksa, ” kata Imam.

Referensi : https://news.detik.com/berita/d-6416997/7-fakta-pelajar-pelat-t-tega-tendang-nenek-hingga-tersungkur