19 Wanita Disekap di Pasuruan, Dipaksa Jadi PSK Warung Kopi

Penyekapan 19 Perempuan

Polisi mengungkap dugaan penyekapan 19 perempuan di Kabupaten Pasuruan yang dieksploitasi sebagai pekerja seks komersial atau PSK berkedok pedagang warung kopi.

Penahanan tersebut dilakukan karena diduga telah melakukan tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan 19 orang perempuan dewasa dan di bawah umur. Tindak pidana trafficking di Kecamatan Gempol dan Prigen Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 19 wanita dewasa dan di bawah umur ditahan yang diduga dijadikan PSK.

“Dari jumlah itu (19 korban perempuan), terdiri dari 15 orang dewasa dan 4 anak-anak,” kata Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim AKBP Hendra Eko Triyulianto seperti dikutip detikJatim.

Dipaksa Sebagai PSK Warung Kopi

Hendra mengatakan, 19 korban ditawan di tiga kecamatan di Pasuruan, yakni di Kecamatan Gempol, Pesanggrahan, dan Prigen. Pengungkapan kasus tersebut terjadi Senin (14/11) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Hendra mengatakan, para korban disekap di warung yang disamarkan sebagai warung kopi.

Selama disekap, korban tidak pernah diperbolehkan pergi kecuali saat melayani laki-laki hidung belang. Ponsel atau ponsel mereka juga disita. Dalam penggerebekan itu, polisi ikut menangkap lima orang yang kini ditahan di Polda Jatim. Kelima orang itu terdiri dari mucikari hingga kasir dan pemilik toko.

Lima pelaku perdagangan orang yakni Dimas Galih Pratikno (29), warga Porong, Sidoarjo, adalah mucikari dan pemilik toko. Lalu Rose Nur Afni (30), warga Jakarta Barat, istri Galih dan seorang mucikari. Kemudian Adi (42), warga Jakarta Barat, bekerja sebagai penjaga toko. Cahyo Eko Andriyono (26), warga Pasuruan, bekerja sebagai kasir. Dan terakhir Agus Supriyanto (32) warga Nganjuk sebagai kasir.

Handoko, security toko membenarkan penggerebekan tersebut. Ia mengatakan, selama ini para perempuan tersebut awalnya dipekerjakan sebagai pramusaji warkop kemudian dijual menjadi PSK.

“Selama ini mereka bertugas sebagai penjaga toko. Akhirnya ketika sudah jinak, mereka mau menjualnya di Tretes,” jelas Handoko.

Pantauan di lokasi, warung kopi tersebut tampak tutup dan tidak ada aktivitas sama sekali. Garis polisi juga terlihat di depan pintu warkop.

Referensi : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221121081541-12-876289/19-wanita-disekap-di-pasuruan-dipaksa-jadi-psk-warung-kopi